Conan

Kamis, 07 Maret 2013

Bleach 529. Everything But The Rain 2 [Text Version]

.......

Keadaan kembali pada Istana Raja Roh, dimana Renji telah lulus menjalankan ujian yang diberikan oleh Nimaiya. Wajahnya terlihat tidak begitu senang setelah melihat keputusan yang dibuat oleh Nimaiya pada temannya yang sudah tidak lagi berada di sana. Dia tetap terdiam seperti patung dengan pandangan hampa ke depan.

"Kau diam saja. Kukira Renji-chan bakal marah dan melarangku mengirimnya balik ke sana.." Anggota Royal Guard itu akhirnya bicara. "Kau sudah sadar? Kalau pun kau melarang, bakal percuma?Aku tahu posisi persisnya dari tiap asauchi yang sudah kubuat.."

Renji masih tetap berdiam terdiam, matanya tak berkedip sekalipun di saat telinganya masih mendengar setiap ucapan dari sang pencipta Zanpakutou itu.

"Semua shinigami diberikan asauchi, dan setelah latihan keras, mereka akan membentuknya sebagai zanpakutou mereka. Itulah asal dari hubungan antara shinigami dengan zanpakutou. Itu sudah pasti. Setiap prajurit dan setiap taichou, begitu juga zanpakutou dari Zerobantai, Dan bahkan berandal seperti Zaraki mengambil asauchi-nya dari mayat shinigami. Aku tahu mereka semua sejak awal Soul Society. Tidak ada satu pun shinigami yang bisa membangkitkan zanpakutou mereka tanpa salah satu asauchi-ku. Tak satu pun. Aku sudah tahu cara ini tak akan berhasil baginya. Kau pasti juga sudah tahu. Cuma dia yang tidak tahu. Jadi dia harus tahu. Dia harus mencari di mana jiwanya sebenarnya."

Kembali ke tempat Ichigo. Pemuda berambut orange ini masih berdiri di tengah hujan, membiarkan tubuhnya basah karena tetesan-tetesan air yang jatuh dari langit. Ayahnya, Ishiin, juga masih berada di sana. Pria dengan penampilan shinigami ini mulai menceritakan kenyataan yang dia simpan sejak puluhan tahun silam. Tentang tubuhnya yang terluka, tentang dirinya yang diselamatkan oleh seorang perempuan. Dan tentang siapa ibu dari anak-anaknya, sebenarnya.

Waktu kembali bergulir ke masa lalu. Puluhan tahun lalu saat pria ini masih menjadi seorang pemuda di Soul Society, menjadi salah satu pemimpin para shinigami di Siereite. Menjadi satu-satunya shinigami yang mengenakan Haori di divisinya.

"Taichou!" Terdengar suara seorang perempuan dengan kaki yang melangkah cepat. Pandangannya tak bisa diam menyeleksi setiap sosok yang dia tangkap. "Taichouuu!! Di mana kau, taichou?!."

" Rangiku-fuku begitu lagi...." Ucap seorang shinigami bawahannya. "Pasti capek, tiap hari begitu..." Sahut shinigami yang satu lagi.

Langkah perempuan berambut pendek ini lalu terhenti. Dirinya menyadari sesuatu yang aneh di atas pohon yang baru dia lewati. Bibirnya tersenyum tipis setelahnya. "Pinjam." Tangannya langsung mengambil nampan kayu yang dipegang oleh anak buahnya. Tanpa menunggu lagi, perempuan ceria ini langsung melemparkan benda dari kayu itu.

" Kena kau, taichou!!!."

Sosok pemuda langsung terjatuh begitu saja dari atas pohon. Wajahnya tertutup oleh nampan kayu yang baru saja dilempar oleh Fukutaichounya. Rangiku hanya tersenyum licik melihat keadaan taichounya yang seperti orang bodoh itu.

"Tepat sasaran!." seringainya memamerkan gigi putihnya.

Namun hanya sebuah tawa kecil yang diterima oleh Rangiku. "Sayang sekaliii! Aku berhasil menghentikannya sebelum kena mukaku!!." Nampan itu ternyata tak berhasil mengenai wajah taichounya. Kedua tangan taichou ini ternyata bisa menghentikan nampan kayu itu di saat-saat terakhir. Namun, merasa tidak puas, sang fukutaichou ini langsung menendang nampan kayu itu, hingga wajah sang taichou terhantam begitu keras.

"Wuaargh!! Patah!! Hidung mancungku patah!! Aku harus istirahat hari ini!!."

"Sekarang sempurna." Mulut Rangiku kembali menyeringai bahagia. " Ayo! Balik ke kantor! Akan kupaksa kau bekerja! Shiba-taichou!"

Anggota keluarga Shiba ini akhirnya bangkit dari duduknya. Dan beranjak pada bawahannya yang tidak jauh dari tempatnya. Dia mengembalikan nampan kayu itu pada pemiliknya. "Maaf. Jadi retak gara-gara Rangiku.."

"Bukan salahku! Salahmu yang kabur dari tugas!!." Bantah Rangiku. "Ya ampun. Aku tahu keluargamu adalah keluarga cabang, tapi kalau kepala keluarga Shiba kelakuannya seperti itu, keluarga pusat juga bakal tercemari! Sadar posisi, dong!"

"Nah, lagi-lagi, ya. Kau selalu ungkit-ungkit masalah keluarga itu buat mengeluh. Aku tahu kau mau aku kerja keras supaya kerjaanmu sendiri berkurang dan kau bisa main-main. Ya, kan? Aku sudah tahu.." Balas Taichou yang satu itu. "Aku sangat sadaaar kalau kau sebenarnya memperbanyak kerjaanku! Mengerikan! Taktisi yang jahat! Penyihir!! Iblis!!"

"Aaah, bisa diam ti--"

"Rangiku! Hari ini.. Karena waktu yang kau habiskan buat mencariku, dadamu terlihat sangat berkilau. Bagus...!!"

Tangan Rangiku langsung menghantam wajah taichou mesumnya itu tanpa beban. Walaupun dia berteriak minta maaf, kepalan tangan Rangiku masih tetap saja melayang tepat ke wajah sang taichou satu ini. Wajah Ishiin benar-benar hancur karena pukulan Rangiku. Dia kembali ke kantornya dengan wajah hancur.

"Kalian telat." sambut seorang anak kecil berambut putih saat taichou dan Fukutaichounya tiba di kantornya. Tangannya langsung mengulurkan tumpukan kertas pada taichounya. "Aku sudah menyelesaikan dokumen-dokumen ini.."

Ishiin langsung berteriak senang melihat kerja Daisanzeki-nya. Tangannya langsung mengangkat tubuh anak kecil itu dan melempar-lemparkan ke atas, seolah orang tua yang sedang meninggikan tubuh anak-anaknya. "Luar biasa, Toushirou!! Pantas menjadi taichou berikutnya!!"

"Kalau melihat dari pangkat, seharusnya aku yang jadi taichou!!." Protes Rangiku.

"Ngomong apa kau? Kalau orang sepertimu jadi taichou, divisi kita akan hancur." Ucap Ishiin

"Anda benar. Latihan bankai-ku berjalan baik. Aku yakin aku bisa.." Anak kecil berambut putih ini ikut menyahut.

" Hei, Toushirou!! Kenapa kau setuju dengan dia?!." Tak terima, Rangiku langsung menarik-narik wajah anak kecil bernama Hitsugaya itu.

"Jangan terlalu menekannya." Ucap Ishiin sambil mencari sesuatu di rak kerjanya. " Ada yang lihat kue manju-ku? Tadi ada di sini"

Tak ada yang menanggapi pertanyaannya. Hanya Hitsugaya saja yang mengulurkan sebuah kertas pada taichounya itu. "Taichou. Ada yang mau kulaporkan...."

" Sebentar, sebentar. Coba bicarakan kue manju-ku dulu. Tadi kusembunyikan di sana supaya bisa kumakan sendiri. Kau lihat tidak? Kau yang makan ya?."

"Ya ampun!Siapa yang peduli sama kue manju?! Walaupun rasanya memang enak!"

"Jadi ternyata kau yang makan!! Beraninya kau menyepelekan kue manju-ku?! Bocah nakal!!"

" Anda ingat laporan dari dua bulan lalu?" Hitsugaya langsung mengalihkan pembicaraannya. "Narukishi, kota ukuran sedang. Dua bulan lalu, shinigami yang bertugas tewas dalam kecelakaan."

"Aah Ya, aku ingat. Mereka sedang menyelidiki penyebabnya."

"Ya. Aku baru menerima laporan bulan lalu. Penyebabnya masih belum diketahui. Dan dua orang lagi tewas bulan lalu."

Mendengar penjelasan buntaichounya, ekspresi wajah sang Ishiin langsung berubah. Kakinya langsung melangkah keluar dari kantornya.

"Tunggu, mau ke mana, taichou?!." Teriak Rangiku.

"Penyelidikan! Sisanya kuserahkan pada kalian!." Jawab Ishiin.

"Eh?! Sebentar... sekarang?! Sendirian?!"

"Aku akan kembali dalam dua hari, jadi kerjakan bagianku besok, ya!"

"Bicara apa kau?! Kau harus melapor pada soutaichou dulu..." Namun, sosok pemuda berhaori itu sudah menghilang karena shunponya. Meninggalkan kedua anak buahnya di sana.

"Ayo kejar dia, Toushirou!!." Ajak Rangiku.

"Tidak. Biarkan saja." Jawab Hitsugaya santai. "Taichou tahu kalau kasus ini berbahaya, karena itu dia pergi sendiri."

"Aku juga tahu! Makanya..."

"Makanya kita harus menunggu di sini. Kau paham? Kita harus menunggu. Mengingat kekuatan kita kita cuma akan menghalanginya."

Di tempat lain di Seireite, terlihat beberapa orang yang sedang melakukan sesuatu. "Kalian dapat sesuatu?." Ucap seseorang yang baru memasuki ruangan itu.

"Tak ada sama sekali." Jawab seorang pemuda berambut putih dengan Haori bertuliskan angka tiga di belakangnya.

"Sayangnya. Kami berhasil melengkapi hollow-nya dengan hollowfikasi, tapi perlengkapannya terlalu berbahaya dan tak berfungsui bagi roh biasa maupun roh anggota divisi." Jawab suara yang lain.

"Begitu." suara pertama itu kembali berucap. Sosok shinigami berkacamata itu menyeringai penuh puas. "Tak apa-apa. Sebentar lagi kita akan menemukan tempat sembunyi kelompoknya Hirako Shinji. Kita bisa memancing mereka dan sekaligus bereksperimen Hollowfikasi. Sekali dayung, dua pulau terlampaui. Mari bersabar Gin, Kaname."

"Segalanya akan berlangsung sesuai rencana."

 By Bleach Indonesia


Tidak ada komentar:

Posting Komentar