Conan

Kamis, 16 Agustus 2012

Aokigahara


Merupakan hutan seluas 35 km2 yang terdapat di barat laut kaki Gunung  Fuji , tepatnya berada di Kota Fuji Kawaguchiko, Prefektur Yamanashi, Jepang. Tempat ini di Jepang terkenal sebagai tempat favorit untuk mengakhiri hidup bagi warga Jepang. Hal ini bisa terlihat dari data yang tercatat pada tahun 2009, sebanyak 26 orang yang melakukan bunuh diri tiap 100.000 penduduk atau sekitar 320.000 jiwa pertahun. Tingginya jumlah penduduk yang melakukan bunuh diri di daerah ini disebabkan  beban hidup dan tekanan yang tinggi akan kehidupan mereka. Untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut, bunuh diri dianggap sebagai jalan pintasnya.

Popularitas tempat ini sering dikait-kaitkan dengan novel keluaran tahun 60-an yang kedua tokoh utamanya mati bunuh diri di hutan tersebut, meski pada kenyataannya praktek bunuh diri di hutan ini telah dimulai jauh sebelum novel ini dikeluarkan. Tingginya jumlah warga yang melakukan bunuh diri ditempat ini tak heran jika kesan horor melekat erat pada hutan ini dan konon banyak arwah penasaran yang berkeliaran. Papan-papan peringatan yang isinya meminta orang berpikir dua kali sebelum mengakhiri hidup dipasang. Namun, usaha pencegahan tersebut tak banyak membuahkan hasil, karena tiap tahunnya pasti ditemukan puluhan jenazah baik yang masih utuh maupun yang telah membusuk. Pada tahun 2002 tak kurang dari 78 jenazah dan 100 jenazah pada tahun 2003, berhasil ditemukan oleh rimbawan Aokigahara. Acara perburuan jenazah ini dilakukan setiap tahun sejak tahun 1970 oleh tim yang terdiri dari rimbawan, relawan, polisi, dan wartawan. Menjadi rimbawan di Aokigahara merupakan tugas berat karena selain harus membawa jenazah ke pos jaga, mereka juga harus menungguinya. Biasanya tugas ini ditentukan dengan mengundi, dan yang kalah harus tidur disamping jenazah tersebut semalaman. Konon bila jenazah ditinggalkan sendirian, mayatnya akan menjerit-jerit semalaman suntuk dan mayatnya akan bergerak sendiri ke pos tempat para rimbawan tidur.

Terlepas dari hal-hal yang membuat bulu kuduk merinding di atas, pepohonan di hutan ini memang tumbuh rapat sehingga menghalangi hembusan angin maupun berkas cahaya. Permukaan tanahnya yang merupakan batuan vulkanik membuatnya tak mudah dijelajah. Banyak kabar burung yang beredar di sekitar Aokigahara, namun tak semuanya benar. Misalnya, rumor yang menyatakan Aokigahara terdapat medan magnet yang mengacaukan kompas. Pada kenyataannya Pasukan Bela Diri Jepang biasa berlatih di hutan ini dengan menggunakan peta dan kompas. Satu kilometer pertama setelah memasuki hutan ini kita masih akan menemukan tanda-tanda kehadiran manusia, seperti selotip penanda jalan, juntaian tali-tali, jenazah orang yang mati bunuh diri dan sampah-sampah termasuk dompet berisi uang, kartu identitas, kartu kredit, maupun kartu langganan kereta. Lewat dari kawasan tersebut, barulah kita bisa menjumpai pemandangan yang indah, hutan yang masih asri, bersih, dan keadaan yang sunyi senyap.

By:
Animonster
Edisi April 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar