Conan

Sabtu, 24 November 2012

Baek Seung Jo's Diary 2

PLAYFULL KISS


Ha Ni

Akhirnya hari ini adalah test...
Mulai sekarang, Bayi ini dan aku dapat mengatasi masalah ini.
Karena kami sama-sama belajar, bayi ini pasti merasa menderita saat aku menarik perutku, itu terkadang terasa sakit.
Maafkan aku, aku hanya terkejut bayi. Maaf Bayi. Namun pada saat aku membelai perutku maka semuanya akan baik-baik saja.
Kau pasti akan sangat tulus dan seperti aku. Kau akan sangat dingin jika kau seperti Seing Jo.
Tunggu... Bagaimana jika kau sepertiku yang tidak pintar?
Tidak. Bayi kumohon kau harus memiliki otak Seung Jo dan kepribadian sepertiku.
Kumohon... Aku sungguh-sungguh memohon padamu Bayi.

'Lakukan yang terbaik untuk test.' Kata Adik ipar Eun Jo.
'Ha Ni! Minumlah beberapa obat untuk menenangkan hatimu.' Ucap Ibu yang selalu khawatir.
'Makanlah bekal makan siang ini' Ucap Ayahku
Dan Ayah Mertua hanya menepuk punggungku memberi semangat.

Semua orang memberikan semangatnya dan datang ke tempat test.
Tapi mengapa aku merasa pusing? Ini tidak boleh terjadi. Biarkan aku mendapat kekuatan.
Bayi! Smeoga kekuatan itu di berikan kepada kita. Semangat untukmu juga Seung Joo! Berikan kami kekuatan.
Seung Jo

Aku sedang menunggunya di depan tempat test, sebaiknya aku membawanya pergi untuk makan sesuatu yang baik.
Untung saja udara tidak sedang dingin.
Kau pasti melihatku dari jauh karena kau terus tersenyum dan berlari ke arahku.
'Apa kau merasa begitu baik?'
Senyuman itu memenuhi hatiku seperti pemandangan musim semi
dan bunga yang bermekaran.
Aku merasa hatiku berdebar-debar dan merasa gembira. Tiba-tiba Ha Ni pingsan di depanku. Dan secara tiba-tiba hatiku terjun kedalam lubang yang begitu besar.

Dokter : "Karena terlalu stress yang di terima oleh Ibu maka Bayi juga merasa stress. Jadi sebaiknya anda sebagai Suami tolong menjaga istrinya agar tidak mendapat stress. "
"Ibu?" Aku merasa seseorang memukul bagian belakang kepalaku dengan palu.

Seung Jo : "Apa kau sudah tau?"
Ha Ni : "Yeah."
Seung Jo : "Bodoh, kenapa kau tidak memberitahuku?"
Ha Ni : "Karena kau akan kaget dan sibuk. Aku juga tidak menyiapkan apapun."

Suara yang keluar dari mulutnya itu terdengar begitu ragu-ragu.

Seung Jo : "Lalu apa kau berniat menggugurkannya?"

Ha Ni pasti sangat kaget dengan suaraku yang marah dan matanya terlihat membesar lalu dia mengangguk dan mengatakan hal ini sambil menangis,

Ha Ni : "Aku pikir ini akan membingungkanmu jika aku mengatakannya saat kau sedang sibuk belajar, setelah kita menyelesaikan test ini....."
Seung Jo : "Kenapa kau tidak mempercayaiku? Kau yang membuat semua penderitaan ini dan aku bahkan tidak tau jika kau tertawa seperti orang bodoh. Kenapa kau membuatku terlihat seperti orang yang jahat? "

Melihat tangisan yang jatuh dari mata Ha Ni, Aku berhenti mengatakan kata-kata yang menyakitkan.
Mengatakan kata-kata ini aku pikir Bayi ini akan mendengarnya dan aku mengabaikan mata Ha Ni.
Baek Seung Jo. Kau memiliki jalan yang panjang untuk pergi...

Dia terus menundukan kepalanya, menangis dan dengan wajah ketakutan itu suaranya bergetar, "Tidak itu... itu... bukan itu. Jika Ibu mengetahui ini... Berhenti belajar... Biarkan itu pergi... Dia pati akan mengatakan seperti itu. Aku benar-benar ingin menjadi seorang perawat dan Istri yang baik untukmu..."

Hani yang setengah menangis ini dan Bayi ini membuat hatiku luluh.
Jika saja dia bertemu dengan laki-laki normal maka Bayi ini tidak akan menderita seperti ini...
Jika aku lebih menjaganya...
Seseorang yang menjadi dokter bahkan tidak mengetahui bahwa istrinya sedang hamil dan dia menderita seperti ini...
Sesaat aku merasa bahwa tanggung jawab ini mencekik-ku
Dengan diriku ini bagaimana aku mengatasi rasa ketakutan ini dan membuat Bayi ini nyaman?
Kata 'Maaf' tidak keluar dari mulutku. Aku merasa begitu rendah dan buruk, dan yang bisa lakukan hanya memeluk Ha Ni.

Dan pada saat aku menelan semua kesedihan ini semuanya keluar begitu saja, tangisan yang sedih untuk sesaat.
Berapa lama tubuh mungil ini dalam penderitaan?
Seperti suami yang bodoh, tangisan itu membuat tulang ini sakit.
Tangisan dari laki-laki yang membiarkan istrinya menanggung semua penderitaan ini.

Ha Ni : "Sebenarnya aku takut. Aku takut bahwa aku tidak bisa menjaga anakku seperti yang Ibuku lakukan. "

Aku mengerti. Kau merasa terluka dari sesuatu yang bahkan aku tidak pernah pikirkan.

Seung Jo : "Itu baik-baik saja. Kau memiliki aku. Aku akan menjagamu. Tidak peduli apapun aku tidak akan membiarkanmu pergi meninggalkanku sendri. Jadi jangan khawatir. Mengerti?"

Sebuah janji dan ciuman.
Air mata di pipinya dan air mata di bulu matanya itu.
Air mata penderitaan di keningnya yang memerah juga...
Mulai sekarang jangan menangis sendiri.
Dengan menghilangkan air mata ini maka aku juga akan menghilangkan semua kesedihanmu.
Kesendirian yang ada di air matamu itu aku minta kau menghapusnya.
Perlahan-lahan air mata Ha Ni pun mulai mereda.

Dengan wajah yang penuh air mata itu dia bertanya, "Apa kita tetap akan memberitahu hal ini pada orang tua kita?"

Seung Jo : "Tidak. Dengan sikap Ibu yang agresif itu kita tidak tahu apa reaksinya jadi kita harus menunggu hingga hasil tes-mu itu keluar. Setelah kita lulus maka dia tidak akan meminta kau untuk keluar atau berhenti kuliha. Ngomong-ngomong, aku dengar jika seseorang sedang hamil maka akan menginginkan sesuatu. Apa kau menginginkan sesuatu?"
Ha Ni : "Apa kau benar-benar akan membawakan apa yang aku inginkan?"
Seung Jo : "Tentu."
Ha Ni : "Sejauh ini belum ada yang aku inginkan."


Menanyakannya seolah-olah jika dia tidak percaya dan dengan matanya yang berkilau.
Apakah aku benar-benar seperti itu? Ini adalah sesuatu yang tidak pernah aku pikirkan sebelumnya.
Seujujurnya walaupun aku mengatakan aku mencintaimu tapi terkadang aku mengabaikan hal-hal kecil yang kau lakukan untukku.
Maafkan aku lagi. Kenapa cinta berarti mengatakan maaf?
Kapan akan ada hari dimana cinta lebih efisien dengan mengatakan maaf?

Ha Ni : "Aku ingin makan Strawberi. Apakah ada Strawberi di bulan November?"
SeungJo : "Pasti ada rumah Strawberi. Aku akan membelinya!"

Untuk waktu merawatnya aku ingin mencobanya dan menyeimbangi apa yang dia telah berikan. Jadi aku pun berlari di tengah angin November.

Eun Jo : "Ibu, Lihat Kaka! Kenapa dia menyembunyikan Strawberi yang dia bawa dan berlari begitu cepat? Betapa memalukannya ini, dia berlari begitu cepat apa karena dia berfikir bahwa akan ada yang mencuri Strawberi itu?"
Ibu Seung Jo : "Apa? Strawberi?"

Dari belakang aku mendengar ekspresi Eun Jo yang ragu dan suara Ibu yang tiba-tiba penasaran. Aku harus menyembunyikan ini dan cepat kedalam kamar.

Seung Jo : "Ini, aku membeli Strawberi."
Ha Ni : "Ini memakan waktu yang lama dari yang aku pikir. Apa tidak ada yang menjualnya di sekitar sini?"
Seung Jo : "Yeah. Tidak ada tetangga yang memilikinya jadi aku pergi ke supermarket besar. Aku pikir aku tertangkap basah oleh Eun Jo jadi cepatlah habiskan."
Ha Ni : "Benarkan? Kalau begitu kita berdua harus memakannya."
Seung Jo : "Jangan membagi itu! Kau harus memakannya sendirian! Apa ada lagi yang ingin kau makan?"

Tiba-tiba aku merasa hatiku terpenuhi oleh tatapan Mata Ha Ni yang seperti cahaya bulan.
Dengan cahaya bulan itu, hatiku dapat menghangatkan tubuhku.

Ibu Seung Jo :"Ha Ni! Seung Jo!"
Ibu begitu cepat dan suaranya seperti menghantak belakang kepalaku.

Ibu Seung Jo : "Kalian berdua memiliki sesuatu yang di sembunyikan benar bukan? Jawab dengan jujur. Apa Ha Ni hamil?"

Rasa penasarannya itu sungguh gila.

Seung Jo : "Ya."
Ibu Seung Jo : "Benar? Tebakanku akurat! HA HA HA HA kenapa kalian menyembunyikan berita gembira ini? AKu merasa sedih."
Ha Ni " "Seujujurnya... Aku pikir kau akan memintaku untuk berhenti belajar."

Ibu terlihat menyesal dan dia meminta maaf pada Ha Ni dan Ha Ni hanya menundukan kepalanya.

"Hey, Kenapa aku akan memintamu berhenti belajar? Kau sudah bekerja keras. Saat kau sedang dalam masa ngidam maka itu akan ada istirahat jadi tidak apa-apa. Dan jika di hitung maka bayi ini akan lahir di bulan Agustus. Itu akan ada waktu liburan lagi jadi ini sangat sempurna. Seung Jo, kau benar-benar jenius bahkan kau sudah membuatnya dalam waktu yang sangat tepat."

Di daftar Ibu yang Ibu buat ini tampak begitu sempurna
Dia selalu sibuk. Tapi dia begitu cepat jadi aku rasa ini tidak aka menjadi masalah.

Ibu Seung Jo :"Jangan khawatir dan cukup lahirkan bayi yang sehat. Aku akan mengatur semuanya."
Seung Jo : "Jangan memakaikan pakaian bayi perempuan lagi!"
Ibu Seung Jo : "Tidak! Aku tidak akan melakukannya lagi! Ha Ni akan melahirkan Bayi yang cantik kan? Benar Ha Ni? Apa yang kau lakukan? Cepat telfon Ayahmu. Eun Jo! Kau juga harus memikirkan nama Bayi! Ah kita harus mengambil foto perayaan!"

Suara yang ribut itu keluar dari suara Ibu yang penuh dengan kegembiraan dan memenuhi rumah ini. Awal penderitaan ini sudah pergi dan sekarang cahaya matahari membuat semua ini bersinar.

Dan untuk Bayi kami juga ^^

Bersambung...
 
By: Korean Drama Lovers

Tidak ada komentar:

Posting Komentar